Gempita Arsitektur Ajang Berkreasi Mahasiswa Arsitektur se-Malang Raya

Gempita-Arsitektur-Ajang-Berkreasi-Mahasiswa-Arsitektur-se-Malang-Raya-2-732x488

Gempar! Seperti singkatan Gempita Arsitektur, begitulah kondisi seketika Hutan Kota Malabar, Sabtu (28/10). Sebanyak 250 mahasiswa arsitektur se-Malang Raya memadati jantung Hutan Kota dalam even yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) ITN Malang.

Berbagai karya mahasiswa arsitektur dari berbagai universitas di Malang terpajang mulai dari jalan masuk hingga area sarasehan. Mereka menampilkan karya desain, sketsa, dan maket. Bahkan di dekat pintu masuk ada live mural dengan mendatangkan komunitas mural. Selain itu juga ada sarasehan arsitektur, penanaman pohon, dan live accoustic.

Gempita-Arsitektur-Ajang-Berkreasi-Mahasiswa-Arsitektur-se-Malang-Raya-1

Mengangkat tema “Alam-Ruang-Rasa” kegiatan ini mengajak arsitek menyatu dengan alam dalam berarsitektur. Yosua Erik Prasetyo Ketua HMA ITN Malang menyatakan, dalam aksitektur salah satu penyumbang kerusakan terbanyak ialah para arsitek.

“Dengan kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada calon-calon arsitek, bagaimana nantinya membuat karya tanpa harus menghancurkan alam secara berlebihan,” ungkap Yosua biasa disapa.

Kegiatan kali kedua yang digelar ini mendapat apresiasi dari Wakil Dekan III FTSP ITN Malang. Menurutnya kegiatan mahasiswa yang positif dan menunjang ilmu perkuliahan perlu ditingkatkan.

“Di sini ada aplikasi ilmu yang didapat di perkuliahan untuk diterapkan. Kegiatan inovatif seperti ini perlu didukung,” ujar Dr. Hardianto ST.MT., Wakil Dekan III Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITN Malang.

Hal senada disampaikan oleh Ir. Kuncahyani Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang. “Saya bangga sekali area publik dimanfaatkan untuk kegiatan positif, inisiatif seperti saat ini. Selanjutnya bisa dikembangkan dan diadakan di area publik yang lain,” katanya.

Kuncahyani juga mengapresiasi kepedulian mahasiswa kepada hutan kota. Lima bibit pohon trembesi ditanam secara simbolis oleh Wakil Dekan III, Kaprodi Arsitektur, Ketua HMA, Ketua Panitia, dan dari sponsor. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page