Patembayan Citrakara Berbagi Energi Positif pada Mahasiswa Arsitektur

Patembayan-Citrakara-Berbagi-Energi-Positif-pada-Mahasiswa-Arsitektur-1-732x501

Tergabung dalam komunitas Patembayan Citrakara, alumni ITN Malang angkatan 94 membagi energi positif kepada adik-adik mahasiswa melalui diskusi ringan. Kegiatan ini juga menjadi ajang kangen-kangenan bagi angkatan 94 dengan mahasiswa dan jurusan arsitektur.

“Kami ingin membagi energi positif pada adik-adik agar mereka bersemangat kuliah sampai selesai. Selain juga untuk menjalin komunikasi antara angkatan 94 dengan angkatan muda 2014.” terang Dian Widatama Ketua Pelaksana, saat ditemui di sela-sela acara, Kamis (7/12).

Kegiatan bertajuk “An Unclench Discussion” (diskusi ringan dengan praktisi arsitektur) menurutnya merupakan tidak lanjut dari kegiatan besar saat raker Ikatan Alumni Arsitektur ITN (IAAI) bulan November yang lalu. Dari situlah terinisiasi pembentukan komunitas khusus angkatan 94 dengan nama Patembayan Citrakara.

Patembayan-Citrakara-Berbagi-Energi-Positif-pada-Mahasiswa-Arsitektur-2-768x488

Terbentuk di tahun 2017 Patembayan Citrakara mempunyai alumni penggiat sebanyak 9 orang. “Patembayan sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti berkumpul, sedangkan Citrakara berarti tukang yang memberi gambaran atau lukisan,” tutur alumni ITN Malang ini.

Dian biasa disapa sempat menitipkan pesan kepada mahasiswa, bahwa apa yang didapat diperkuliahan akan diperlukan sebagai dasar praktek bekerja. Dari situ terbentuk proses berpikir, membuat konsep dan lainnya. “Bedanya kalau di perkuliahan semua terstruktur, terukur, terdokumentasi dan dinilai, sedangkan di dunia praktisi ada bagian-bagian yang terkonsep namun secara struktur tidak ditampilkan,” papar owner Griya Cipta Kreasindo Malang.

Menyebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Banyuwangi, Malang, anggota Patembayan Citrakara yang turut hadir dalam acara tersebut sudah memiliki perusahaan konsultan arsitektur sendiri. Berikut nama-nama perusahaan tersebut: @design oleh Dedy Syachbudin, Selasar Kiwari oleh Adhi FH, WM Desain oleh Lia Kurniawati, GCK Studio oleh Dian Widatama, FA Studio oleh Teguh Laksono, AHA+ oleh Agung Hariadi, SLAM3Dvisual oleh Slamet Riadi, dan Quarter oleh Poerwantoro. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page