ITN Malang Gagas Kampung Culinary Heritage sebagai Icon Baru Kota Malang

ITN-Malang-Gagas-Kampung-Culinary-Heritage-sebagai-Icon-Baru-Kota-Malang-2-732x498

Setelah Kampung Putih dan Kampung Keramat, sebentar lagi Kecamatan Klojen Kota Malang akan mempunyai icon baru yaitu Kampung Culinary Heritage. Hasil pendampingan dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membawa Kampung Culinary Heritage masuk dalam 10 nominasi terbaik kampung tematik 2016.

Kampung Culinary Heritage di RW 03 Klojen nantinya akan membentang disepanjang jalan Pajajaran dan berujung di jalan Dr. Sutomo sebagai pusat kuliner dengan fasilitas panggung. Mengusung konsep culinary, area ini nantinya akan menyuguhkan makanan khas Malang. “Tujuan awalnya ingin mengembangkan kuliner asli Malang. Makanya kami menentukan area jalan Pajajaran sampai jalan Dr. Sutomo, karena di tempat itu banyak kulinernya. Selain menjadi pusat kuliner juga bisa menjadi pusat souvenir/oleh-oleh,” terang Putri Herlia Pramitasari, ST.,MT., dosen pendamping kampung tematik saat ditemui di Kampus I ITN Malang.

ITN-Malang-Gagas-Kampung-Culinary-Heritage-sebagai-Icon-Baru-Kota-Malang

Menurut dosen Arsitektur ITN ini banyaknya bangunan heritage dari masa kolonial di sepanjang jalan tersebut menjadikannya memiliki daya tarik tersendiri. “Heritage ini yang harus tetap kami pertahankan. Tinggal menggali kuliner apa yang khas Malang serta mempertahankan kuliner yang sudah ada saat ini,” katanya.

Makanan khas Malang yang sudah melegenda di area itu seperti surabi imut dan rawon nantinya akan ditambah dengan makanan khas Malang yang lain. Dari makanan khas Malang dan heritage-nya maka Kampung Culinary Heritage akan mengangkat city branding Kota Malang yang terkenal dengan Tribina Malang yakni, Malang sebagai Kota wisata, industri dan pendidikan. Kondisi ini memungkinkan karena letak Klojen yang strategis di pusat Kota Malang. “Letaknya strategis dekat dengan Pemkot, hotel, stasiun, pasar tradisional, rumah sakit dan aset wisata lokal,” tambahnya.

Masyarakat RW 03 Klojen-pun kian bersemangat tatkala pembangunan Kampung Culinary Heritage sudah dimulai pada akhir 2017 yang lalu. Hal tersebut sesuai dengan komitmen Bappeda Kota Malang yang akan mendanai kampung tematik yang lolos 10 besar. “Sekarang Kampung Culinary Heritage sudah didanai dan baru kami bangun untuk main gate (pertigaan jl. Pajajaran) dan pedestrian,” ungkap lulusan S2 ITB ini.

Meskipun Kampung Culinary Heritage berawal dari usulan masyarakat sekitar terhadap kebutuhan dan potensi yang dimiliki, namun kendala tetaplah ada. Sempat tiga kali berganti lurah membuat pendamping harus tiga kali juga mempresentasikan konsep Kampung Culinary Heritage. ”Kalau presentasi tidak apa-apa, alhamdulillah semua lurahnya support, yang berat adalah memberi pengertian pada juru parkir saat kami membangun pedestrian sepanjang jl. Trunojoyo,” kenang Putri.

Untuk menunjang terbangunnya pusat kuliner ini program pemberdayaan masyarakat sudah disiapkan oleh tim ITN Malang. Kedepannya masyarakat sekitar akan diberikan workshop makanan dan jajanan sehat, memfasilitasi pedagang untuk berjualan, membuka lapangan pekerjaan bagi tukang parkir dan kebersihan. Sedangkan untuk usulan program ada kuliner sehat Kota Malang, join venture dengan hotel, tour macito mengelilingi kawasan Klojen serta menghidupkan pasar Klojen. “Kedepannya banyak yang bisa kami lakukan,” katanya.

Konsep utama Kampung Culinary Heritage dirancang memiliki street shade (canopy), makanan dan souvenir, area bermain, serta photo booth. Focal point juga diperhitungkan seperti ada tempat sampah dari barang daur ulang, main gate, shelter, billboard, pedestrian, serta tempat bermain anak. ”Dengan begitu kawasan ruang terbuka Klojen menjadi ruang publik yang positif, aktif, dan friendly,” paparnya.

Menurut dosen asli Malang ini, konsep berpotensi berubah sejalan dengan anggaran dan kebutuhan di lapangan. Meskipun baru sekitar 10 persen terealisasi dan masih jauh dari target namun Putri bersyukur bahwa ITN Malang bisa ikut memberikan sumbangsih bagi Kota Malang. “Alhamdulillah sudah bisa memberikan sumbangsih bagi Kota Malang untuk menangani suatu kawasan. Saya berharap tiap tahun ada dana yang turun sehingga konsepnya bisa jalan dan terealisai,” pungkasnya berharap Kampung Culinary Heritage nantinya bisa benar-benar menjadi pusat kuliner di Kota Malang. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page