Profesor Malaysia Bahas Green Architecture untuk Meminimalkan Penggunaan Energi

Profesor-Malaysia-Bahas-Green-Architecture-untuk-Meminimalkan-Penggunaan-Energi-732x549

Green architecture sudah menjadi suatu kebutuhan dalam merancang sebuah bangunan. Konsep ini berkembang untuk penyelamatan lingkungan akibat pembangunan dan penggunaan sumber energi secara besar-besaran serta polusi udara yang berdampak pada global warming. Sehingga perlu konsep arsitektur yang memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Demikian yang disampaikan Prof. Dr. Mohd. Zin bin Kandar dalam kuliah tamu “Building Energy Efficiency” Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (15/3).

Profesor Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini menjelaskan, konteks hijau sangat diperlukan untuk menghasilkan sebuah bangunan yang nyaman. Bukan berarti harus dipenuhi tumbuhan namun yang terpenting bangunan sesuai dengan iklim daerah tersebut dan tanpa penyejuk udara. “Bangunan berkonsep seperti ini (green architecture) sangat meminimalkan energi karena tanpa AC,” katanya.

Bangunan akan berfungsi dengan baik jika ada unsur tenaga atau energi. Caranya dengan memaksimalkan energi alam di sekitar lokasi bangunan. Green architecture memiliki konsep yang menyatu dengan alam, ramah lingkungan, dan memaksimalkan pemanfaatan energi dari alam. Pemanfaatan tanaman hijau dan pencahayaan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan.

“Maka dalam merancang bangunan seorang arsitek perlu mengetahui indeks bangunan. Di Indonesia untuk menilai apakah bangunan sesuai konsep ramah lingkungan digunakan sistem rating biasa dikenal dengan Greenship,” tukasnya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page