Bersketsa dari Hati Hasilkan 25 Karya Terbaik pada Lomba Sketsa HMA

Bersketsa-dari-Hati-Hasilkan-25-Karya-Terbaik-pada-Lomba-Sketsa-HMA-2

Sebanyak 25 karya sketsa menghiasi Digital Lounge (Dilo) Jalan Jendral Basuki Rahmat no. 7 – 9, Klojen, Kota Malang, pada Jumat sore, (15/3/19). Karya-karya karya tersebut merupakan karya terbaik dari sekitar 40 karya yang ikut lomba sketsa bertema Urban Sketch, yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Dari 25 karya sketsa mahasiswa berbagai perguruan tinggi ini, Drs. Andi Harisman, juri lomba mengambil tiga sketsa terbaik. “Banyak karya kali ini yang berpotensi menjadi juara. Tapi saya harus memilih tiga yang terbaik,” kata dosen Fakultas Seni Rupa Universitas Negeri Malang ini.

Menurut Andi biasa disapa, proses sketsa tidak hanya memindahkan obyek ke atas kertas secara fotografis persis aslinya. Membuat sketsa juga harus melibatkan hati. Dari sinilah penilaian lomba dimulai, sehingga tidak hanya dilihat dari teknis belaka. Sketsa harus bisa membuat penikmatnya ikut merasakan apa yang digambarkan di dalam sketsa.

“Seperti saat kita menonton film, dikala sudah bisa masuk dan larut di dalamnya, kita bisa terharu, sedih, gembira, sesuai dengan ceriteranya. Begitu juga saat membuat sketsa on the spot. Kita tidak hanya melihat, tapi juga merasakan suasananya serta membau atmosfir di lokasi tersebut,” papar dosen yang juga dikenal sebagai seniman ini.

Bersketsa-dari-Hati-Hasilkan-25-Karya-Terbaik-pada-Lomba-Sketsa-HMA-1-732x487

Perlu belajar untuk memberi nyawa pada sketsa. Caranya, bisa berlatih terus menerus. Bagi pemula bisa menangkap suasana obyek, kemudian digambarkan secara fotografis. Setelah terbiasa maka hati kita akan terlibat, menyatu dengan sketsa. “Penafsiran kreatif, bahwa berada di suatu lokasi tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Kita memang harus berlatih untuk menghidupkan suasana yang kita gambar,” tandasnya. (mer/humas)

image_pdfDownload PDF Versionimage_printPrint Page